<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS SMA Islam Shohiburrahman</title> 
				<description>Sekolah Menengah Atas Islam Shobiburrahman, Desa Beleka, Kec. Praya Timur, Kab. Lombok Tengan NTB</description>
				<link>https://sma.shohiburrahman.sch.id</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Pelatihan Membelajar Mendalam</title>
						                <link>https://sma.shohiburrahman.sch.id/berita/detail/pelatihan-membelajar-mendalam</link>
						                <description>Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dan metode pengajaran, SMA Islam Shohiburrahman Beleka menyelenggarakan pelatihan pembelajaran mendalam (deep learning) bagi para guru. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 18 September 2025, di ruang guru sekolah, dan menjadi momentum penting dalam memperkaya wawasan serta keterampilan pedagogis tenaga pendidik.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, dari Dikbut provinsi NTB  Masing-masing menyampaikan materi seputar konsep dan praktik pembelajaran mendalam yang berorientasi pada pemahaman konsep, pengembangan berpikir kritis, serta penguatan kemampuan kolaboratif siswa.

Dalam sesi penyampaiannya, Ali Mahmudi, M.Pd., menekankan bahwa guru tidak cukup hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga harus menjadi fasilitator yang membantu siswa menggali makna lebih dalam dari setiap pembelajaran.


“Pembelajaran mendalam bukan sekadar soal menghafal. Ini tentang bagaimana siswa benar-benar memahami, mampu mengaplikasikan, dan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata,” jelasnya.


Antusiasme para guru begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif terlibat dalam diskusi dan sesi praktik yang interaktif bersama para narasumber. Suasana pelatihan dipenuhi semangat untuk saling belajar dan berbagi, menciptakan ruang tumbuh yang positif bagi para pendidik.

Kepala SMA Islam Shohiburrahman  pun menyampaikan apresiasinya atas semangat belajar para guru.


“Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi guru. Pelatihan ini menjadi langkah awal yang sangat positif untuk menghadapi tantangan pendidikan di era modern,” ungkapnya.


Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru dapat menerapkan metode deep learning di kelas, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan serta potensi siswa.

Lebih dari sekadar transfer ilmu, pelatihan ini menjadi titik awal bagi lahirnya suasana belajar yang inspiratif—tempat para siswa tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan siap menghadapi dunia nyata.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Semarak Karnaval HUT RI: SMA Islam Shohiburrahman Beleka Curi Perhatian dengan Pakaian Adat Sasak tempo dulu  24 Agustus 2025 SMA Islam Shohiburrahman Beleka </title>
						                <link>https://sma.shohiburrahman.sch.id/berita/detail/semarak-karnaval-hut-ri-sma-islam-shohiburrahman-beleka-curi-perhatian-dengan-pakaian-adat-sasak-tem</link>
						                <description>Semarak Karnaval HUT RI: SMA Islam Shohiburrahman Beleka Curi Perhatian dengan Pakaian Adat Sasak tempo dulu 
24 Agustus 2025
SMA Islam Shohiburrahman Beleka Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Desa menggelar karnaval yang berlangsung meriah pada hari Minggu, 24 Agustus 2025. Acara ini diselenggarakan khusus untuk tingkat SMP dan SMA sederajat dan umum, dengan rute yang dimulai dari SDN 3 Beleka dan berakhir di Lapangan SMA Islam Shohiburrahman Beleka. Ribuan peserta dari berbagai sekolah turut serta, menampilkan kekayaan budaya Indonesia yang beraneka ragam.
Kontingen SMA Islam Shohiburrahman Belekamencuri perhatian dengan mengerahkan seluruh siswa, mulai dari kelas X hingga XII, yang berjumlah 85 orang, ditambah 8 guru dan tenaga administrasi sekolah. Dipimpin oleh Kepala Sekolah Darmanto S.Pd, yang memimpin pelepasan kontingen dengan mengangkat bendera start, SMA Islam Shohiburrahman Beleka berupaya memberikan penampilan terbaik mereka.
Darmanto S.Pd, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap seluruh siswa, guru dan tenaga administrasi sekolah yang terlibat. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kebersamaan dan semangat nasionalisme kita, tetapi juga sebagai wadah untuk mengapresiasi keberagaman budaya Indonesia. Saya sangat bangga dengan semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa, guru, dan tenaga administrasi sekolah dalam mempersiapkan diri untuk acara ini,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kontingen SMA Islam Shohiburrahman Beleka menampilkan beragam pakaian adat sasak yang mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia. Pakaian adat dari berbagai provinsi di Indonesia, Mulai dari Aceh sampai dengan Papua, dan juga beragam seragam profesi.
Barisan paling depan kontingen SMA Islam Shohiburrahman Beleka diisi oleh siswi yang mengenakan pakaian khas yang mendapat sambutan paling meriah saat melintasi panggung kehormatan. Penampilan yang anggun membawakan pakaian khas tersebut membuat para penonton, baik masyarakat umum maupun tamu undangan yang mengisi panggung kehormatan, terpukau dan terkesan.
Selain menampilkan kebudayaan, karnaval ini juga dimaknai sebagai sarana pendidikan bagi para siswa. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi SMA Islam Shohiburrahman Beleka belajar untuk menghargai keberagaman budaya Indonesia serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur bangsa.
Menurut Darmanto S.Pd, keterlibatan siswa dalam karnaval ini diharapkan dapat membentuk karakter dan memperkuat rasa cinta tanah air. “Ini adalah kesempatan yang baik bagi para siswa untuk belajar tentang keberagaman dan memperkuat rasa persatuan. Saya berharap kegiatan ini dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap budaya Indonesia dalam diri mereka,” tambahnya.
Selain itu, para siswa juga diajarkan pentingnya kerja sama dan disiplin. Dalam persiapan untuk karnaval ini, seluruh peserta dilatih untuk bekerja sama dalam kelompok dan menunjukkan kedisiplinan dalam setiap aspek persiapan, hingga hari pelaksanaan.
Karnaval ini juga disambut antusias oleh warga tiga Desa. Ribuan warga memadati sepanjang rute yang dilalui oleh para peserta karnaval. Suasana meriah tercipta ketika kontingen dari berbagai sekolah berlomba-lomba menampilkan kreativitas dan keunikan masing-masing. Berbagai atraksi juga ditampilkan oleh para peserta, menambah kemeriahan acara.
Kegiatan karnaval ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya sebagai perayaan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan rasa persatuan dan kebersamaan di kalangan masyarakat tiga Desa. Dengan menampilkan keberagaman budaya dari seluruh Indonesia, acara ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap warisan budaya yang kaya dan beragam.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Regu Putri SMA Islam Shohiburrahman Beleka raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan Pelajar Tingkat 3 Desa HUT ke-80 RI</title>
						                <link>https://sma.shohiburrahman.sch.id/berita/detail/regu-putri-sma-islam-shohiburrahman-beleka-raih-juara-1-lomba-gerak-jalan-pelajar-tingkat-3-desa-hut</link>
						                <description>Regu Putri SMA Islam Shohiburrahman Beleka raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan Pelajar Tingkat 3 Desa HUT ke-80 RI
 Tim putri SMA Islam Shohiburrahman Beleka berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Gerak Jalan Pelajar tingkat SMA sederajat tiga Desa  Lomba yang diselenggarakan oleh desa Beleka, Desa Beleke daye dan Desa Beleke Lebe sane ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Penyerahan hadiah dan penghargaan dilaksanakan pada sabtu(23/08/2025), di lapangan UmUM DESA Beleke daye. Kemenangan ini menjadi bukti semangat juang dan kekompakan tim SMA Islam Shohiburrahman Beleka, terutama mengingat tantangan besar yang dihadapi saat lomba.

Panas  matahari Jadi Saksi Kemenangan

Menurut pendamping lomba gerak jalan SMA Islam Shohiburrahman Beleka,jois S.Pd., perjuangan tim tidaklah mudah. “Kami sangat bersyukur bisa meraih juara 1. Saat lomba, panas matahari sempat membuat saya khawatir,” ujar jois.

Ia menceritakan, kondisi cuaca ekstrem tersebut menjadi kendala, khususnya dalam memberikan isyarat dan kode kepada anak-anak. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah melihat performa luar biasa dari para siswi.

“Kekuatan daya tahan, ketepatan, dan kecepatan mereka sangat mengagumkan,” puji jois. Dengan strategi yang matang, timnya berhasil menyalip 10 hingga 11 regu lain yang lebih dulu berada di depan. Keberhasilan ini tidak hanya diraih karena kecepatan, tetapi juga karena ketahanan mental yang teruji.

Jois berpesan agar tim tidak berpuas diri. “Jangan terlalu larut dalam kemenangan. Masih banyak event olahraga lain yang akan kita ikuti,” pesannya. Ia berharap semangat dan kerja keras ini dapat terus dipertahankan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Perasaan Campur Aduk, Kami Buktikan SMA Islam Shohiburrahman Beleka Bisa!

Laili, ketua regu putri dari kelas XII mengungkapkan perasaannya setelah timnya berhasil meraih juara 1. “Rasanya campur aduk, antara kaget, bahagia, dan bangga. Panasnya matahari  saat lomba benar-benar di luar dugaan, sempat membuat kami ragu,” ujar laili.

Namun, ia menambahkan bahwa kondisi sulit tersebut justru memicu semangat juang timnya. “Kami saling menyemangati, fokus pada langkah, dan tidak peduli lagi dengan basah kuyup dengan keringatan. Kami ingin membuktikan bahwa SMA Islam Shohiburrahman Beleka bisa!”

Bagi laili, kemenangan ini bukan hanya tentang piala atau penghargaan, melainkan tentang pengalaman berharga yang menguji kekompakan dan mental. “Ini adalah bukti kerja keras dan kebersamaan kami. Semoga kemenangan ini bisa menginspirasi teman-teman lain untuk terus berprestasi,” tutupnya.

Kepala Madrasah SMA Islam Shohiburrahman Beleka Darmanto S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih oleh tim gerak jalan putri.

“Selamat yang sebesar-besarnya kepada ananda semua yang telah berhasil menjadi juara 1,” ucap Darmanto. Ia menekankan bahwa kemenangan ini bukan hanya sekadar piala atau pengakuan, tetapi sebuah pelajaran berharga. “Ini adalah kemenangan yang sangat edukatif. Kalian telah membuktikan bahwa dengan semangat, disiplin, dan kekompakan, segala rintangan, bahkan panasnya matahari sekalipun, bisa diatasi.”

Lebih lanjut, ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim putri yang telah berjuang keras, karena kemenangan sejati bukanlah semata-mata soal peringkat, melainkan semangat juang yang tidak pernah padam. Usaha keras kalian telah menjadi inspirasi bagi kita semua,

“Semoga semangat juang ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan siswi SMA Islam Shohiburrahman Beleka untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Teruslah berkarya, teruslah menginspirasi,” pungkasnya.
</description>
					                </item><item>
						                <title>SMA Islam Shohiburrahman Beleka Sambut Kepala Sekolah Baru, Bapak Darmanto, S.Pd</title>
						                <link>https://sma.shohiburrahman.sch.id/berita/detail/sma-islam-shohiburrahman-beleka-sambut-kepala-sekolah-baru-bapak-darmanto-spd</link>
						                <description>Beleka – Suasana penuh antusiasme dan optimisme mewarnai SMA Islam Shohiburrahman Beleká pada hari penyambutan Kepala Sekolah baru, Bapak Darmanto, S.Pd.. Seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, hingga para siswa, memberikan ucapan selamat datang dengan penuh kehangatan dan harapan besar untuk kemajuan sekolah di bawah kepemimpinan beliau.

Dalam sambutan resminya, pihak sekolah menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas bergabungnya Bapak Darmanto ke dalam keluarga besar SMA Islam Shohiburrahman Beleká. “Selamat datang kepada Bapak Darmanto. Semoga betah dan nyaman memimpin di sekolah ini, serta mampu membawa SMA Islam Shohiburrahman Beleka untuk terus berprestasi,” ujar salah satu perwakilan guru.

Kehadiran Kepala Sekolah baru ini diharapkan dapat menjadi energi positif bagi seluruh warga sekolah, mendorong semangat baru dalam mewujudkan visi dan misi sekolah. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan siswa agar mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

Bapak Darmanto sendiri dikenal sebagai sosok pendidik yang berpengalaman dan memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan. Riwayat kepemimpinannya di berbagai institusi pendidikan sebelumnya telah membuahkan banyak prestasi dan inovasi yang diharapkan dapat diterapkan di SMA Islam Shohiburrahman Beleka.

Dengan kepemimpinan yang baru, sekolah optimis dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing global. Seluruh warga sekolah siap memberikan dukungan penuh agar langkah-langkah pembaruan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik demi kemajuan bersama.

Penyambutan ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga tanda kesiapan seluruh elemen sekolah untuk bergerak maju bersama di bawah komando kepemimpinan yang baru. Semoga semangat ini terus terjaga dan menjadi awal dari babak baru prestasi SMA Islam Shohiburrahman Beleka.
</description>
					                </item><item>
						                <title>PASKIBRAKA tingkat desa dan kecamatan untuk peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus</title>
						                <link>https://sma.shohiburrahman.sch.id/berita/detail/paskibraka-tingkat-desa-dan-kecamatan-untuk-peringatan-hari-kemerdekaan-republik-indonesia-pada-17-a</link>
						                <description>SMA Islam Shohiburrahman Penuh Rayakan Prestasi Siswa Terpilih Menjadi Anggota Paskibraka

Suasana penuh kehangatan dan kebanggaan menyelimuti SMA Islam Shohiburrahman Penuh pada hari ini. Kepala Sekolah beserta para Wakil Kepala Sekolah hadir secara langsung memberikan ucapan selamat kepada para siswa yang berhasil terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat desa dan kecamatan untuk peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Dalam momen tersebut, wajah para siswa tampak bersinar bahagia, sekaligus menahan rasa haru atas pencapaian yang mereka raih. Tidak mudah untuk lolos menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera, mengingat proses seleksi yang ketat, memerlukan disiplin tinggi, fisik yang prima, serta sikap mental yang matang. Terpilihnya siswa SMA Islam Shohiburrahman Penuh menjadi anggota Paskibraka menjadi bukti bahwa semangat, kerja keras, dan ketekunan akan berbuah manis.

Kepala Sekolah dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada para siswa terpilih. “Ini adalah amanah yang mulia, tidak hanya sebagai pengibar bendera, tetapi juga sebagai teladan bagi teman-teman yang lain. Kami percaya kalian akan menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan sebagai putra-putri bangsa,” ujarnya dengan nada penuh kebanggaan.

Tahun ini, SMA Islam Shohiburrahman Penuh mencatatkan berbagai capaian gemilang di berbagai bidang. Selain prestasi di bidang Paskibraka, beberapa waktu lalu sekolah ini juga berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat nasional. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan di SMA Islam Shohiburrahman Penuh tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan potensi siswa di bidang non-akademik, seperti kepemimpinan, olahraga, dan seni.

Para siswa yang terpilih menjadi anggota Paskibraka akan menjalani pelatihan intensif menjelang hari pelaksanaan upacara kemerdekaan. Latihan tersebut tidak hanya mengasah keterampilan baris-berbaris, tetapi juga membentuk mental dan rasa cinta tanah air yang mendalam. Dukungan dari keluarga, guru, dan seluruh warga sekolah menjadi modal penting bagi mereka untuk memberikan penampilan terbaik pada hari yang bersejarah tersebut.

Suasana gembira bercampur haru yang terasa di sekolah hari ini menjadi pengingat bahwa setiap prestasi adalah hasil dari doa, usaha, dan dukungan bersama. SMA Islam Shohiburrahman Penuh berharap tradisi mencetak generasi berprestasi ini akan terus terjaga, sehingga semakin banyak siswa yang mampu bersinar di panggung lokal, nasional, bahkan internasional.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Pendaftaran Dan Pelaksanaan Seminar Proposal</title>
						                <link>https://sma.shohiburrahman.sch.id/berita/detail/pendaftaran-dan-pelaksanaan-seminar-proposal</link>
						                <description>Diumumkan kepada seluruh Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora bahwa Pendaftaran Pelaksanaan Seminar Proposal Semester Ganjil Tahun Akademik 2016/2017 kembali dibuka mulai tanggal 05 – 20 September 2016.

Persyaratan Pengajuan Pendaftaran Seminar Proposal sebagai berikut:


	Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester berjalan­
	Telah menyelesaikan mata kuliah Metodologi Penelitian dan Metode Penelitian Ilmu Perpustakaan sekurang-kurangnya dengan nilai C
	Mengisi form pengajuan judul proposal skripsi (Silahkan di Unduh )
	Proposal dibuat rangkap 4 (Hard Copy) yang telah ditandatangani oleh Penasehat Akademik (PA) dan 1 Eks CD dalam bentuk Power Point dan diserahkan ke sekretaris / staf prodi paling lambat tanggal 20 September 2016. (isi slide harus dalam bentuk point, tidak boleh dalam bentuk paragraf)atau dapat dikirim via email : fah.prodiip@ar-raniry.ac.id
	Proposal yang telah ditandatangani oleh Penasehat Akademik (PA) dimasukkan ke dalam map :


        Map berwarna merah bagi yang pertama kali mendaftar

        Map berwarna biru bagi yang sudah pernah mengikuti seminar proposal


	Pengumuman pelaksanaan seminar proposal akan diumumkan kembali.


Demikian pengumuman ini dibuat, semoga dapat dimaklumi.

Banda Aceh, 05 September 2016
An.Ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan
</description>
					                </item><item>
						                <title>Tips Membangun \Komunikasi\ Efektif untuk Masuki Dunia Kerja</title>
						                <link>https://sma.shohiburrahman.sch.id/berita/detail/tips-membangun-komunikasi-efektif-untuk-masuki-dunia-kerja</link>
						                <description>Sabtu (1/10/2016), PT Bank "Central" Asia Tbk (BCA) menggelar seminar bertema “Persiapan Memasuki Dunia Kerja dan Komunikasi Efektif” dengan menghadirkan dua orang pembicara, yakni Jahja Setiaadmadja (Presiden Direktur PT BCA Tbk) dan Moh. Subagio (Praktisi Komunikasi dari Moh Subagio & Co).

Dalam acara yang berlangsung di  Balai Sidang UI tersebut, BCA juga menyerahkan donasi beasiswa Bakti BCA tahun ajaran 2016—2017 senilai Rp400 juta kepada 29 orang mahasiswa UI serta dana abadi UI senilai Rp100 juta.

Dimoderatori oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Arman Nefi, seminar ini memberikan wawasan tentang bagaimana membangun karier ketika memasuki dunia kerja. Ketika memasuki dunia kerja, menurut Presiden Direktur BCA ini, ada dua kebutuhan yang perlu diperhatikan mahasiswa, yaitu kebutuhan finansial dan kebutuhan untuk menimba ilmu. Ia menyarankan, ketika memilih pekerjaan untuk pertama kali, mahasiswa tidak hanya mementingkan pemasukan (income) yang besar, tetapi juga perlu melihat prospek ilmu yang didapatkan.

Jahja mencontohkan, dirinya lebih memilih untuk bekerja di kantor akuntan setelah lulus kuliah meski telah mendapat tawaran untuk bekerja di tempat lain sebagai pegawai tetap. Pasalnya, kantor akuntan memberinya banyak pengalaman dan pengetahuan ketika ia mengaudit berbagai jenis perusahaan. Pengetahuan tentang berbagai jenis industri ini, bagi Jahja, sangat membantunya mencapai puncak karier saat ini.

Presiden Direktur BCA berpesan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukanlah menjadi satu-satunya hal yang menjamin kesuksesan mahasiswa yang baru memasuki dunia kerja. Pasalnya, pemilihan tenaga kerja saat ini lebih diarahkan untuk menjaring orang-orang yang kreatif dan memiliki kemampuan sosial yang mumpuni.

“Dalam dunia perkuliahan, yang ditonjolkan seringkali hanyalah kemampuan individu. Tapi di dunia kerja, individu ini harus mampu mendengarkan masukan orang lain dan bekerja dalam tim,” ujar alumni FEB UI ini.

Selain kreativitas dan kemampuan membangun jaringan, Jahja juga mengingatkan mahasiswa untuk tetap memiliki perencanaan karier yang fleksibel.

“Perencanaan yang sudah dibuat dengan sangat detail pun dapat berubah ketika dieksekusi. Oleh karena itu, jangan terlalu terpaku pada plan, yang penting tahu betul tujuan yang ingin dicapai,” tutur Jahja di akhir seminar.

Dalam acara itu, turut hadir pula ini Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis, Direktur Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni UI Erwin Nurdin,  Kepala Kantor Wilayah VIII BCA Haryono Wongsonegoro, dan General Manager Corporate Social Responsibility BCA Inge Setiawati.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Peran Institusi Pendidikan Hadapi Ancaman Perang Asimetris</title>
						                <link>https://sma.shohiburrahman.sch.id/berita/detail/peran-institusi-pendidikan-hadapi-ancaman-perang-asimetris</link>
						                <description>Sabtu (1/10/2016), Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Universitas Indonesia bekerja sama dengan Satuan Resimen Mahasiswa Universitas Indonesia (Wira Makara) menyelenggarakan seminar bertajuk “Seminar Sehari Bela Negara: Ancaman Perang Asimetris dan Peran Institusi Pendidikan sebagai Elemen Penting Bela Negara”.

Seminar yang dilaksanakan di Auditorium Gedung 9 FIB UI ini diisi oleh tiga pakar dalam bidang bela negara, yaitu Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA (Gubernur Lemhanas 2011—2016, Guru Besar Fakultas Teknik UI), Marsekal Muda (Purn.) Dr. Koesnadi Kardi, MSc., MDef., RCDS (Kepala Diklat Kemenhan 2005, Rektor UPN Jakarta 2011-2014), dan Dr. Agus Hasan “Yono” Reksoprojo (Staf Ahli Panglima TNI di bidang C4ISR dan Pengurus Iluni UI Menwa).

Acara yang turut dihadiri oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Arman Nefi, ini bertujuan meningkatkan awareness tentang perang  strategis (intelectually strategic roles) institusi pendidikan dalam menghadapi ancaman perang asimetris. Mantan Staf Ahli Panglima TNI sekaligus Pengurus Iluni Menwa UI, Yono menjelaskan bahwa perang asimetris adalah peran yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah yang disepakati masyarakat dunia tentang bagaimana seharusnya menyelenggarakan perang.

“Pihak yang berperang tidak harus mengirim pasukan dan senjata berat seperti dalam perang konvensional, tetapi tetap dapat menguasai sumber daya lawan,” tutur Yono.

Ancaman perang asimetris di Indonesia cukup beragam. Menurut mantan Rektor UPN, Koesnadi, ancaman perang asimetris ini dapat berwujud perkembangan paham radikalisme atau terorisme, penguasaan sumber daya oleh negara lain, pencurian sumber daya laut oleh kapal-kapal asing, dan ketergantungan pada produk luar negeri secara berlebihan.

Dalam hal ini, dunia pendidikan menjadi elemen penting dalam bela negara karena dunia pendidikan adalah wadah pemikir (think thank) yang strategis untuk mencetak warga negara yang sadar Bela Negara melalui pola pikir yang nasionalis dan patriotik, warga negara yang sadar bahwa ancaman tidak datang secara fisik saja tetapi melalui aspek kehidupan sehari-hari, seperti ketahanan pangan, pandangan radikal, dan aliran informasi yang hipersonik yang tidak terbendung.

Demi memperkuat peran institusi pendidikan dalam mencegah peran asimetris, Gubernur Lemhanas RI, Budi Susilo merekomendasikan beberapa hal, antara lain institusi pendidikan nasional perlu meredefinisi makna negara sebagai hal yang patut dibela dengan terus memperhatikan kondisi geopolitik kekinian.

“Institusi pendidikan harus turut aktif menentukan arah kebijakan pemerintah yang sangat dipengaruhi oleh ketahanan nasional di sektor Jaringan Keuangan Nasional dan Jaringan Multimedia Nasional,” tutur pria yang juga aktif sebagai Guru Besar Fakultas Teknik UI ini.

Seminar yang dihadiri oleh anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) dari berbagai universitas lain ini dipersembahkan dalam upaya menerapkan UU No. 3/2002, khususnya ayat 2(d) tentang penyelenggaraaan Bela Negara melalui pengabdian sesuai dengan profesi oleh Alumni Resimen Mahasiswa UI.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Dari Proyek Berbasis Teknologi, Mahasiswa Rintis Bisnis Startup</title>
						                <link>https://sma.shohiburrahman.sch.id/berita/detail/dari-proyek-berbasis-teknologi-mahasiswa-rintis-bisnis-startup</link>
						                <description>Bersama dua orang teman kuliahnya, pria usia 23 tahun ini kini telah berhasil merintis sebuah startup berbasis aplikasi bernama Teman Jalan sejak bulan Agustus 2015 lalu. Teman Jalan mempertemukan pengendara dan penumpang yang memiliki rute perjalanan yang searah atau tujuan yang sama.

Ditemui oleh UI Update bulan September 2016 lalu, Ujan menceritakan bahwa dirinya memang sudah tertarik pada bidang teknologi komputer sejak menduduki bangku SMP.

“Saya belajar coding sejak SMP, belajar sendiri. Tadinya suka doang sih. Di komputer bisa nonton, main game. Nah saya ingin orang juga bisa main game atau memakai aplikasi buatan saya,” tutur pria yang pernah meraih gelar Mahasiswa Berpestasi di tahun 2015 itu.

Ditanya mengenai inspirasinya, Ujan mengatakan, bahwa ayahnya menjadi sosok yang berperan dalam mendidik dan membentuk pola pikirnya di awal.

“Dulu pas SMP, saya bikin proposal untuk minta komputer baru ke ayah. Komputer rumah udah 10 tahun, udah nggak kuat. Ayah saya nggak mau, dan saya harus ikut patungan. Lah, saya nggak punya uang kan?” ujarnya sambil tertawa.

Ujan menambahkan, “Akhirnya ada lomba Insyinyur cilik. Lombanya bikin karya tulis. Di situ ayah saya membimbing saya bikin karya tulis. Pertama kalinya seumur hidup! Saya menang juara tiga dan dapat uang. Waktu itu bahkan jadinya nggak jadi beli komputer, tapi beli laptop untuk saya sendiri.”

Memetakan Masalah dan Berinovasi Mencari Solusi

Ujan menuangkan ketertarikannya pada dunia teknologi komputer melalui partisipasinya dalam berbagai proyek dan kompetisi. Salah satunya adalah pembuatan Kamus Tradisional Online. “Di SMA, saya bikin kamus bahasa daerah online. Saya keturunan Jawa, masa nggak bisa bahasa Jawa? Keluarga saya bisa semua. Keturunan Jawanya berhenti di saya. Is that a problem? Iya,” jelasnya.

Berbagai inovasi yang ia garap kemudian pun, diakui Ujan, berasal dari masalah-masalah yang ada di lingkungannya. “Emang dari dulu udah suka dua hal, teknologi komputer sama solving problem. Kalau ada suatu masalah nih, apa yang bisa saya bantu dengan skill saya?” katanya.

Di bangku kuliah, Ujan mulai mencoba memetakan suatu masalah dan merefleksikan terhadap kemampuan yang ia miliki untuk membantu membereskan masalah tersebut. Ia kemudian membuat aplikasi Siaga Banjir, sebuah aplikasi peringatan banjir, serta Bikun Mania, yakni sebuah aplikasi yang dapat mendeteksi bus kuning di Kampus UI.

“Waktu banjir, saya gak bisa bikin tanggul, nggak bisa lebarin sungai, dan nggak bisa menggusur rumah orang di pinggir sungai. Tapi saya punya teknologi, apa yang bisa saya lakukan? Saya beri tahu orang kalau saya punya banyak data. Waktu membuat Bikun Mania, orang-orang di halte bikun gak tahu kan bikun datang kapan? Oke, saya lacak busnya agar kita jadi tahu,” tambahnya.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Tata Kelola Kekayaan Negara Wujudkan Ekonomi Kerakyatan</title>
						                <link>https://sma.shohiburrahman.sch.id/berita/detail/tata-kelola-kekayaan-negara-wujudkan-ekonomi-kerakyatan</link>
						                <description>Reformasi tata kelola kekayaan negara diperlukan agar sumber-sumber kekayaan negara dapat dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Langkah yang diperlukan dalam rangka reformasi tata kelola kekayaan negara adalah penyusunan Undang-Undang (UU) Kekayaan Negara dan pembentukan lembaga Otoritas Pengelolaan Kekayaan Negara (OPKN).

Hal tersebut diungkapkan dalam acara “Seminar dan Bedah Buku Seri Tata Kelola Kekayaan Negara: Reformasi Tata Kelola Kekayaan Negara untuk Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan dan Pembangunan Inklusif” yang diselenggarakan Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI pada Rabu (5/10/2016) di Ruang Apung, Perpustakaan Pusat UI, Depok.

Buku Seri Tata Kelola Kekayaan Negara merupakan karya Doli D. Siregar, penilai senior dan konsultan properti. Seri buku ini terdiri dari tujuh judul buku yakni Kekayaan Negara dan Masa Depan Bangsa; Kekayaan Negara Siapa Punya Siapa Kuasa; Redistribusi Aset dan Ekonomi Kerakyatan; Desentralisasi Ekonomi dan Pembangunan Daerah; Otonomi dan Pengelolaan Aset Daerah; Membangun Daerah, Membangun Masa Depan Indonesia; dan Transformasi Perusahaan Negara Kelas Dunia.

Acara ini dibuka dengan sambutan Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo,M.Sc. Pada sesi bedah buku menghadirkan tujuh pembicara yang masing-masing pembicara membahas satu judul buku karya Doli D. Siregar. Para pembahas buku tersebut antara lain Prof. Rhenald Kasali; Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc.; Dr. Achyar Yusuf Lubis; Athor Subroto, S.E., M.M., M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M.Si.; Dr. Roy Valiant Salomo, M.Soc.Sc.; dan Dr. Prabawa Eka Susanta, S.Sos., M.Si.

Dalam Seri Buku Tata Kelola ini, dibahas persoalan pengelolaan sumber-sumber kekayaan ekonomi bangsa. Ditegaskan bahwa sumber daya alam dan sumber daya manusia tersebut menjadi sumber daya ekonomi yang tak terhingga nilainya bagi Bangsa Indonesia. Namun, sayangnya, sumber daya ekonomi tersebut belum dikelola secara benar dan dimanfaatkan secara optimal untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat seperti diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Memang ada kemajuan. Namun, pencapaian Indonesia saat ini masih jauh dari yang semestinya jika dibandingkan dengan besarnya sumber daya ekonomi yang dimiliki. Sementara pembangunan ekonomi Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan pencapaian negara-negara lainnya.

Selain pertumbuhan dan perkembangannya tidak maksimal, juga telah terjadi ketidakmerataan dalam penguasaan sumber daya ekonomi dan pembangunan. Terjadi kesenjangan yang cukup lebar baik dalam penguasaan dan pemanfaatan sumber daya ekonomi maupun pembangunan. Tercatat, lebih separuh dari seluruh kekayaan ekonomi Indonesia hanya dikuasai satu persen populasi. Kesejahteraan sosial yang sesungguhnya belum hadir di tengah gencarnya pembangunan nasional. Betapa telah sampai pada tahap mengerikan kesenjangan ekonomi yang terjadi.

Kondisi-kondisi tersebut tercipta lantaran telah terjadi kesalahan dalam pengelolaan sumber daya ekonomi selama ini. Setidaknya, sumber daya ekonomi yang ada belum dikelola dengan benar dan dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu, sedikitnya ada dua hal yang diperlukan.

Pertama, reformasi tata kelola kekayaan negara, dalam hal ini adalah sumber daya ekonomi. Kedua, redistribusi aset, bukan dalam pengertian bagi-bagi aset negara, melainkan memberikan akses yang sama, atau seluas-luasnya, kepada para pelaku ekonomi kerakyatan terhadap sumber daya ekonomi nasional berdasarkan prinsip keadilan dan berkelanjutan.

Dengan reformasi tata kelola kekayaan negara, maka seluruh sumber daya ekonomi akan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Dengan redistribusi aset, maka kesenjangan dan ketimpangan ekonomi dapat diatasi karena masyarakat dan para pelaku ekonomi kerakyatan diberi akses yang luas terhadap sumber daya ekonomi nasional.
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>